Tempat Hidup Yang Lebih Baik, Pret.

Posted by dausgonia | May 2, 2018 | Blog, Kata

Pada suatu malam di tengah hiruk pikuknya kota paling bangsat Jakarta, sebuah pertanyaan muncul dari teman saya “kalau misalnya kalian punya duit banyak sekarang, lo mau beli apa?” pertanyaan yang halu banget setelah hujan. Kami bertiga malam itu, teman saya yang lain menjawab lebih dulu dengan keinginannya membeli landrover.

Tiba waktunya saya menjawab, dan dengan tidak banyak berpikir dulu saya menjawab kalo saya pengen punya mobil Agya tapi 30 buah. Iya Toyota Agya, Mobil dengan harga sangat terjangkau kalo dibandingkan mobil-mobil lain, tapi 30 buah, dan dijejerin di tanah kosong sebelah rumah.

Masing-masing mobil akan dengan nomor polisi berurutan, 1 sampai 30. Jadi tiap harinya saya akan ganti mobil sesuai dengan tanggal hari itu kecuali di bulan yang ada tanggal 31, hari itu adalah CFD, hari yang harus jalan kaki atau naek kendaraan umum. Dan mungkin, nanti bakal ada kejadian “Duh, bentar ya, gw telat. gw salah bawa mobil nih, gw harus balik lagi ke rumah”.

Perihal parkiran, walau terbilang Agya adalah mobil yang kecil tapi dengan jumlah 30 buah, pilihannya adalah beli area tanah yang cukup 30 mobil atau beli tanah yang cukup kecil dan membangun bangunan yang serba otomatis, semisal ada 30 tombol dan kalo mau ngeluarin mobil ya tinggal tekan tombol yang sesuai dengan mobil yang mau dipakai. Mungkin tipe parkiran mana akan dipikirkan lagi nanti, mungkin.

Tapi ga hanya parkiran, ada kebutuhan lain tentunya, yaitu yang ngurus semua mobil ini. Karena dipakai satu mobil cuma 1 hari, berarti ada kurang lebih 29 hari lain di mana mobil itu tidak dipakai, dan diperlukan orang untuk manasin mobil masing-masing setiap harinya. Suatu saat mungkin saya punya pegawai yang jobdescnya cuma manasin mobil.

Kebutuhan lain adalah service rutin dari mobil-mobil tersebut, bisa jadi tiap waktunya service, 1 tempat service akan dibooking 1 hari penuh untuk services ke-30 mobil tersebut dalam 1 hari.

Dibandingkan 1 mobil mewah, kayaknya lebih menyenangkan punya 30 mobil. Terlepas kalo misalnya mau lebaran atau musim mudik, saya bisa bikin program 29 pinjaman mobil untuk mudik ke orang-orang yang memerlukan.

Anyway, percakapan malam itu sisanya cuma membicarakan kemungkinan-kemungkinan lain dari 30 mobil tersebut. Tidak penting memang, tapi jadi penting ketika malam itu saya sadar saya masih dikasih waktu luang bersama temen-temen untuk ngayal dan ketawa-ketawa dengan menyenangkan.

Keinginan yang tidak sederhana dan bodoh, tapi setidaknya lebih sederhana dari keinginan “Menguasai Dunia” atau keinginan “Menjadikan dunia ini menjadi tempat hidup yang lebih baik”, lebih baik menurut siapa?

Dulu, saya punya keinginan yang serupa “Bersumbangsih untuk menjadikan dunia ini menjadi tempat hidup yang lebih baik”, tapi sekarang saya lebih pengen menjadikan saya manusia yang lebih baik untuk bisa tinggal di dunia ini. Dan kalo semua orang berpikir seperti itu, bukannya dengan sendirinya dunia ini akan jadi tempat hidup yang lebih baik.

Jangan tanyakan hubungan 30 mobil agya dengan pernyataan saya terakhir, saya juga ga ngerti.

“Atau teman saya ibnu yang ingin menjadi artist walaupun seluruh dunia tidak akan mempercayai bahwa seorang programmer bisa menjadi artist. Bahkan dia juga berusaha menjadi musisi. Menurut saya dia itu Maker, Programmer, Artist, and annoying as fuck. Saya nggak ngerti dia itu apa, yang pasti annoying as fuck.” ini Ibnu Triono, nulis sendiri di draft tulisan aing 🙁

 

“Ga, gambar lo jelek kan? gambarin gw mobil agya dong”.

thanks Ikhsan Peryoga buat gambarnya.

Add a comment

*Please complete all fields correctly