[Script] P3TIRMAN CH04, MUSE

Posted by dausgonia | January 23, 2014 | Blog, p3tirman, Uncategorized

Pada suatu hari yang masih pagi-pagi.

Matahari masih condong di timur, tukang bubur seperti biasa sudah stand by di depan kantor gearaffe, setiap hari seperti itu, kecuali si aa yang jualannya sedang malas.
“Terjadi kekacauan di beberapa daerah di kota indonesia, seperti di Jakarta, Surabaya, Jogjakarta..” Hanya terdengar suara televisi yang sedang menyiarkan berita pagi di Kantor gearaffe. Jody dengan seksama dan mulutnya terbuka menonton berita tersebut dengan khusyuk.

Jody sudah sangat rapih pagi itu, sebuah kemeja tangan panjang yang bagus dilipat empat lipatan, celana jeans yang dia pakai tampak sangat baru, dan rambut sudah disusun sedemikian rupa sudah pas nempel di kepalanya.
Dari segi penampilan, jody memang sangat berlebihan untuk seorang office boy, bahkan penampilan dia lebih rapih dan lebih baik daripada para pegawai di kantor gearaffe.

Sebuah lipatan bola kertas tiba-tiba meluncur menuju mulut jody yang sedang terbuka lebar, dan hap.

“Ngapain kamu jod” Piter muncul di ruang tamu sambil cekikian setelah melempar kertas tersebut.

“Woy! Pit ah!” Jody mengeluarkan isi kertas tersebut dari mulutnya.

“Ini pit, di TV lagi ada berita aneh. Lo liat sini” Jody memanggil piter setengah teriak. Piter memunculkan utuh kepalanya, dengan badan tetap di ruangan dia dan ikut menonton berita di TV bersama jody.

“.. Tiba-tiba beberapa orang secara aneh berjoged secara sendirinya” Seorang wanita cantik yang merupakan reporter di acara berita tersebut menampakkan dirinya di tv, di belakangnya terlihat pelataran parkir sebuah mini market yang hanya ada di jakarta dengan beberapa orang sedang bergoyang dangdut.

“.. Beberapa sumber menyatakan kalo mereka mulai bertingkah aneh seperti ini tiap sepuluh menit sekali dalam jangka waktu sekitar tiga puluh detik, tubuh mereka akan bergerak dengan sendirinya dan bergoyang seolah-olah diiringi irama lagu dangdut” Suara di tv mulai lebih dikencangkan oleh jody.

“Berita macam apa ini? makin aneh aja acara-acara di tv zaman sekarang” Piter kembali ke ruangannya.

“.. Banyak isu beredar kalo penyebab kejadian goyang aneh ini diakibatkan karena mereka telah melihat sebuah foto mata yang beredar di beberapa social media seperti facebook, twitter dan path” Suara televisi masih terdengar samar di ruangan piter.

Piter sudah tidak memperhatikan berita tersebut, dia sudah mulai sibuk dengan beberapa kerjaan dan email yang harus dia cek. Beberapa email dia mark as read aja, biar ga ribet. Jemari piter mulai menari-nari di atas keyboard, membuat beberapa konsep untuk beberapa project yang sedang dia tawarkan.

“PIT, SI JODI KENA EFEK GOYANG KEUCREK!” Tiba-tiba Aran masuk ke ruangan piter sambil tertawa-tawa.

“Goyang keucrek apaan ran?” Piter penasaran dan segera meninggalkan ruangan bersama Aran.

Aran dan piter menuju Pantry, kebetulan piter sedang pengen kopi, dan biasanya jody sudah siap sedia setiap pagi mengantarkan secangkir kopi ke meja piter, tetapi hari ini tidak.

Setibanya di pantry di sana jody sedang sibuk menyiapkan kopi buat piter, pantry di gearaffe seperti pantry di kantor lain pada umumnya, tetapi tidak. Mesin kopi di sana sangat besar sekali, itu mesin yang diciptakan piter bersama aran di tahun pertama gearaffe didirikan, takaran kopi yang sesuai dengan selera mereka. Di pojokkan ada sebuah kompor berbahan bakar suara, kompor itu bisa menyala dengan memanfaatkan suara-suara di sekitarnya. Kompor itu diciptakan untuk menyalurkan hobi jody, yaitu menyanyi, jadi dia semangat disuruh memasak apapun.

“Jod, kopi aku mana?” Piter tiba-tiba memotong jody yang sedang menyanyi lagu “High Hopes” dari Kodaline. Itu lagu favorit jody selain Jangan pernah berubah-nya ST12, merupakan rahasia umum di kantor itu.

“Mana ran, katanya dia kena efek goyang keucrek, kayak gimana sih?” piter berbasik ke aran. “Tungguin aja” Aran ikut berbisik sambil menahan ketawa.

Aran dan Piter memperhatikan jody dengan seksama, aran melihat perubahan di mata Jody, tiba-tiba bola mata jody berubah menjadi berbentuk tamborin. Tangan dia bergerak dengan sendirinya, dan kopi yang dia pegang tiba-tiba terlempar. Tiba-tiba jody asik menggoyangkan tangannya sendiri dan badannya.

“Jangan dilihat lama-lama matanya pit” Aran memperingatkan jody sambil terus tertawa “Katanya, efek goyang keucrek ini menular kalo kita melihat sebuah foto mata tamborin ini atau melihat langsung dari orang-orang yang udah tertular” Aran tiba-tiba membawa gitar dan mengiringi Jody yang sedang bergoyang. Kejadian tersebut berlangsung selama 30 detik sebelum akhirnya jody tersadar kembali.

“Eh kok tumpah ya kopinya?” Jody kaget melihat cangkir kopi piter sudah berada di bawah dekat dengan kakinya. Jody tidak sadar kalo dia sebelumnya bergoyang-goyang tidak jelas.

Piter dan Aran meninggalkan pantry dan kembali menuju ruangan piter.

“Udah berapa orang yang tertular di kantor ini ran? aku pikir berita di tv tadi becanda” Piter bertanya kepada aran sambil tertawa. “Baru jody dan beberapa orang di divisi hardware pit, tapi serius tadi pas gw berangkat ke sini, gw udah ngeliat beberapa orang yang sepertinya sudah tertular” Aran mencoba menjelaskan.

“Oke, kirim email ke anak-anak yang lain, suruh bawa kacamata item ke kantor, ah anjis.. ini aneh” Piter memasuki ruangannya kembali.

Kantor gearaffe semakin siang semakin ramai, banyak yang datang kesiangan karena beberapa dari mereka tidak punya kacamata hitam dan terpaksa harus mencari kacamata hitam dulu, ada yang pinjem ke ibu kost di kostannya, ada yang sengaja beli di toko, bahkan sampai ada yang membeli toko kacamata. Kantor gearaffe memang kantor dengan banyak keanehan, karyawannya mulai dari manusia, jerapah laut bahkan juga pensil alis.

karyawan rajin dan biasa dateng pagi dan keburu berangkat dari rumah sebelum membaca email peringatan beberapa telah terkena efek goyang keucrek ini. Tapi dikarenakan lebih banyak yang kesiangan, maka kantor gearaffe sepenuhnya aman selain pantry yang berantakan karena ulah jody.

Sementara itu di london masih pagi, sepertinya. Seorang wanita turun dari taksi sambil memegang telepon genggamnya, pakaian dia yang begitu formal dan sepertinya wangi, dari penglihatan orang-orang di sekitar dia, jelaslah dia orang asia. Rambutnya yang hitam terurai sebegitunya, dia berjalan lambat sambil mengecek layar smartphonenya. Setelah sedikit senyum menampakan diri di wajah wanita itu, wanita itu kemudian menelpon seseorang.

“Gimana perkembangannya?” Dia berbicara di telpon sambil hampir kesandung pot bunga di pinggir jalan.

“Baiklah. Segera selesaikan, Totem itu. Ini awal, dan di Bandung adalah titik awalnya,biarkan indonesia kacau dan menyusul negara-negara lain nanti. Aku ingin semua manusia terkena Muse Effect, tidak berapa lama lagi aku akan berkunjung ke sana” wanita itu menutup telpon, dan kali ini dia beneran pintu sebuah coffe shop yang berbentuk kaca.

Di Bandung, hari sudah semakin siang. Sudah beberapa waktu lalu ketika matahari tepat berada di atas kepala-kepala penduduk di sana, tentunya yang berada di luar ruma dan tidak terhalang atap ataupun pepohonan.

cangkir kopi ke dua sudah berada di meja piter, piter sedang asik membaca beberapa berita tentang kejadian goyang keucrek ini.

“Jam berapa ini pit? lo kok ga bangunin gw?”
Seseorang dari dalam diri piter berbicara, iya itu petir, petirman.

“Gimana cara banguninnya? aku bangun, aku pikir kamu juga ikut bangun tir” Piter menjawab.

“Oh iya ya…” Jawab petirman kepada piter, yang merupakan dirinya sendiri.

“Eh tir, kamu baca ulang berita-berita ini deh. Tampaknya ada yang aneh sih menurut aku” Piter menyuruh petirman yang dirinya sendiri membaca beberapa berita yang telah dia baca sebelumnya, tentang goyang keucrek.

“Pit, brief untuk client yang kemarin gimana!? jadi meeting kan hari ini? Yaelah, si power bank udah bangun? baguslah, ide dia kadang bagus walau aneh” Aran muncul dan mengalihkan perhatian mereka dan membawa mereka kembali pada dunia yang nyata, pekerjaan, deadline dan lain-lain.

Aran tau semuanya, tentang piter dan petirman. Pada mulanya dia merasa sedikit aneh melihat piter berbicara sendiri, tapi lama kelamaan sudah terbiasa. Karena kekuatan aneh si petirman, aran memanggil petirman si power bank. Aran pengen nyoba ngecharge hp dia saat kekuatan si petirman terisi, tapi belum sempat.

Sebagai manusia seutuhnya, dan agar gearaffe benar-benar terlihat seperti kantor sesungguhnya. Aran, piter, dan yang lainnya kembali sibuk dengan pekerjaan mereka. Kecuali jody dan beberapa orang yang sudah terkena efek keucrek, mereka bekerja sambil beberapa waktu joged dangdut yang aneh.

Di sebuah kantor multinasional yang berlokasi di tengah kota, malam sudah datang, kantor tersebut sudah sepi kecuali di lantai lima.

“Progress mana progress?” seorang wanita duduk memimpin sebuah meeting yang tampaknya rahasia, beberapa orang dengan pakaian formal memakai jas dan dasi sibuk memberi report ke wanita tersebut.

“Saya sengaja datang ke kota ini, dan memilih kota Bandung sebagai kota pertama yang bernuansa musik, agar semuanya bisa bergoyang! Jangan sampai keputusan saya salah” Wanita itu dengan juteknya memperhatikan satu-satu orang yang sedang ada di sana. Sesekali dia membetulkan posisi kacamata hitam yang dia pakai.

“Ijin pendirian totem sudah dapet bu, wali kota kita setuju agar taman-taman di kota ini semakin bagus” Seorang bapak-bapak berbicara dengan senang hati.

“bu, ada beberapa ormas yang tidak setuju, karena totemnya berupa mata. Itu iluminati kalo kata mereka” Sanggah seorang pemuda. “Tapi mereka pada akhirnya setuju asal kita berani bersumpah kalo kita bukan anggota iluminati” lanjut pemuda berjenggot dan bercelana ngatung tersebut.

“Oke, pokoknya selesaikan. Saya mau besok salah satu totem sudah selesai didirikan” Wanita itu menekankan dengan senyum yang sangat manis, mungkin malah bisa menyebabkan diabetes.

“Baik bu meisi” Semua peserta meeting tersebut serentak menjawab, dan kemudian mereka bergoyang-goyang.

Sunyinya malam mulai berangsur, bandung yang dikenal dengan kesejukannya makin menampakan diri ketika malam hari, mendingin. Sangat dingin, apalagi untuk jody. Malam itu jody ketiduran ketika dia sedang membuka lemari es. Matahari entah pergi ke mana.

Esoknya, keadaan semakin kacau. Diberitakan di beberapa kota banyak kecelakaan yang terjadi, Banyak kendaraan bertabrakan karena para pengemudi terkena efek keucrek dan mereka bergoyang saat sedang menyetir. Beberapa rumah dan gedung hancur, dan banyak kebakaran terjadi. Hari itu sangat kacau, bahkan dalam perjalanan menuju kantor, Piter melihat seorang polisi tiba-tiba berjoged ria saat sedang menilang salah satu pengendara motor. Piter keceplosan tertawa sesempetnya saat itu.

“Gw malem browsing-browsing di salah satu forum, gw nemu rahasia ini pit” Setibanya di kantor, petirman menunjukan sebuah halaman forum kepada piter.

Piter membacanya dengan seksama dan tidak penuh wibawa..

Sebuah forum tentang kejadian-kejadian aneh yang terjadi akhir-akhir ini di dunia. Muse effect yang menjadi perhatian mereka, mereka di sini adalah piter dan petirman, bukan jody dan Aran. Karena jody sedang pergi dinas belanja bulanan, dan Aran sedang di kantor client mengurus sesuatu hal.

Muse Effect adalah hipnotis masal yang bisa membuat seseorang bergoyang dan tidak sadarkan diri dalam beberapa waktu. Tubuh mereka yang terkena efek ini akan seolah-olah dikendalikan oleh orang lain. Muse Effect pertama kali menyebar di sosial media sampai akhirnya ke media lain dan semakin cepat menyebar karena bisa menular langsung saat seseorang menatap mata orang yang tertular. Di forum ini diceritakan bahwa foto pertama mata ini diupload oleh seorang bernama meisi, wanita pengusaha muda berwarga negara inggris dan pemilik sebuah perusahaan multinasional.

Berita terbaru di forum ini adalah akan didirikannya beberapa totem di taman-taman kota di Bandung yang berbentuk mata seperti di foto yang menyebabkan muse effect ini. Foto tentang pembangunan totem ini pun diupload oleh beberapa user forum tersebut.

“Pit, ada yang salah dengan berita di forum ini pit” Petirman memecah kesunyian di ruangan itunya, suara dia pelan “Lo tau apa yang gw maksud kan?” petirman melanjutkan pertanyaan sambil membaca ulang beberapa paragraf di tulisan itu.

“Kita harus bert..” Piter mau menjelaskan sesuatu, tetapi tiba-tiba omongan piter terpotong.

“KENAPA DISEBUTNYA MUSE EFFECT!!??? ITU KAN YANG ARAN SEBUT GOYANG KEUCREK!! SEENAKNYA AJA ORANG INI MENGUBAH ISTILAH ITU!” Mendadak petirman berdiri, kedua tangan dia di depan dengan semua jari terbuka, menunjukkan kekagetan. Walah lebih terlihar seperti sedang mengamini beberapa doa.

“Bukan itu tir, ah kamu mah. Sepertinya kita ga bisa tinggal diam, kita harus berbuat sesuatu..”

“Apaan?”

“Kita harus minta jody nyeduhin kopi lagi!”

“Oke, JOD KOPI, ANJIS!!” Petirman keluar ruangan piter, dan meminta kopi kepada jody.
…. 

Add a comment

*Please complete all fields correctly