Pahlawan Tanpa Tanda Seru.

Posted by dausgonia | November 10, 2014 | Blog, Kata, Uncategorized

Sedari kecil, saya senang sekali dengan film-film tentang pahlawan. Spiderman, Baja hitam RX, Batman, Power Ranger dan lain-lain. “Pembela kebenaran, memberantas kejahatan” kayaknya kalimat itu menjadi kalimat yang ketika itu berarti adalah seorang pahlawan.

Sampai pernah, dulu pas kecil. Selain nyangka kalau di dalam ATM itu ada printer dan uang yang kita ambil adalah hasil ngeprint printer tadi, tapi juga saya pernah nyari laba-laba terus disimpen di tangan, berharap laba-laba itu ngigit terus saya bisa nempel di dinding dan mengeluarkan jaring dari telapak tangan.. Digigitnya sih iya, tapi mentok di sakit ga berubah jadi spiderman juga. Maklum anjir, masih kecil pas itu. Sekarang mah ga bego-bego amat kayak dulu, dikit begonya sekarang mah.

Bumi berputar sebagaimana mestinya, angin bertiup, dan air sungai mengalir ke laut, saya masuk sekolah.. kemudian tau beberapa nama pahlawan nasional. Membela kebenaran dan memberantas kejahatan walau tidak dengan kekuatan super, tapi dengan bambu runcing dan ideologi, dan kebersamaan, dan rasa ingin merdeka. Dari buku-buku pelajaran dan cerita guru-guru saya mengetahui hal tersebut. Pahlawan itu ga cuma fantasi tapi di kehidupan nyata juga ada dan di beberapa uang kertas.

Bumi berputar lagi, waktu memang keparat.. mau bagaimanapun umur semua bertambah, termasuk saya. Jadi dewasa itu menyebalkan, kita mulai mencoba nyari penjelasan dari semua hal dan banyak mengetahui hal-hal baru. Mulai merasionalkan semuanya, dan melupakan bahwa imajinasi itu indah dan menyenangkan.

Jadi pahlawan itu mudah, dan menyenangkan.. ga perlu punya kekuatan super untuk menjadi pahlawan, ga perlu ngejar pencopet atau membasmi penjahat untuk jadi pahlawan. Membantu orang lain pada perkara kecilpun bisa menjadikan kita seorang pahlawan.

Tau Travel dari Bandung ke Jakarta atau Jakarta ke Bandung kan? nah, kalau kalian misalnya sedang ada rencana ke Jakarta hari senin/minggu dari Bandung atau hari Jumat dari Jakarta mau ke Bandung, dengan kalian reservasi 2 kursi padahal berangkat sendiri juga bisa jadi pahlawan loh..

Jadi pernah pada suatu ketika, saya harus meeting dengan salah satu partner saya ke Jakarta, direservasilah 2 kursi untuk saya dan teman saya dari Bandung ke Jakarta hari senin pagi jam 8 jauh-jauh hari sebelumnya. Kenapa kita pesan dari beberapa hari sebelumnya adalah karena hari senin atau minggu semua travel penuh, banyak orang-orang Bandung yang berangkat kerja di jakarta.

Karena satu dan lain hal, ternyata meeting di hari senin pagi itu ga jadi, dan saya telat baca email yang menyatakan kalo meetingnya diundur hari berikutnya. Partner saya tidak jadi berangkat, tapi berhubung nanggung dan saya sudah sampai di tempat travel, saya memutuskan untuk tetap pergi ke jakarta.

Seperti hari senin pagi pada umumnya, tempat travel pasti penuh.. dan banyak orang yang belum reservasi sebelumnya dan masuk waiting list. Saya yang datang 1 jam lebih awal menunggu untuk keberangkatan duduk-duduk manis sambil memperhatikan beberapa orang yang tampaknya sedang khawatir apa mereka kebagian atau engga. Saat itu jadi kepikiran untuk iseng, saya tanya teteh-teteh di sebelah yang lumayan lucu dan teryata dia salah satu dari 12 orang yang masuk dalam dalam waiting list. Karena saya punya jatah kursi berlebih untuk partner saya dan belum bayar juga, saya tawarkanlah jatah itu ke teteh-teteh tersebut dan dia dengan senang hati menerimanya..

Setelah ngobrol sepanjang perjalanan, mulai ngobrol dari hal-hal kecil (semut) sampai hal-hal yang tidak kecil. Akhirnya saya tau kalo dia sedang mau interview di salah satu perusahaan di jakarta, dan tidak sempat reservasi karena panggilan interviewnya ngedadak. Tentunya saya tau karena dia cerita, saya bukan orang yang bisa membaca pikiran tentunya.

Sebelum kita sampai di jakarta, dia berulang kali berucap terima kasih karena menawarkan jatah kursi saya ke dia, dan dia berujar mungkin kalo saya tidak menawarkan dia akan gagal dateng ke interview. Dengan mengabaikan orang-orang yang tidak saya tawarkan, dan karena dia mungkin ada satu orang di waiting list tadi yang harusnya bisa berangkat tapi jadi engga. Buat dia, hari itu saya adalah pahlawan.

Semenjak kejadian itu, saya kalo ke jakarta di hari senin pagi atau minggu sore, pasti saya reservasi kursi dua, dan menawarkan ke orang yang ada di waiting list ketika saya sampai di tempat travelnya.

Lalu muncul pertanyaan “Dengan lo reservasi dua, berarti lo membuat satu orang yang menelpon ga kebagian jatah kursi dong us?” Jawabannya betul, tapi pada kondisi menelpon untuk reservasi, orang yang tidak kebagian travel di telepon masih memiliki pilihan untuk menelpon ke tempat travel lain. Tapi kalo kondisinya waiting list dan saat itu juga harus berangkat engga.

Dan dengan cara itu, kita bisa jadi pahlawan sekalian nambah temen loh.. atau buat yang jomblo, siapa tau dapet pasangan di tempat travel..

Mau pada nyobain?

Draft ini saya tulis tanggal 28 dulu. Kenapa saya ngebahas tentang pahlawan? karena saya pikir tanggal 28 itu hari pahlawan, ternyata itu hari sumpah pemuda, salah anjir! Jadi tulisan ini saya publish hari ini.

Selamat hari pahlawan!!!

Blog Comments

Fak banget anjir paragraf terakhir :))

Add a comment

*Please complete all fields correctly