Analisa Suara

Posted by dausgonia | October 27, 2014 | Blog, Kata, Uncategorized

Siapa sih sekarang yang ga pernah pakai internet dan social media? Banyak!! tapi kayaknya generasi sekarang hampir semuanya mengetahui dan tau tentang ini. Kemajuan teknologi dan internet ini sedikit banyak sudah mengubah hampir semua hal, termasuk salah satunya periklanan.

Beberapa brand dan merk sudah dari lama mulai ikut meramaikan iklannya di social media. Di Indonesia sendiri mulai muncul beberapa profesi baru, Social media officer, buzzer, Social media strategis dan lain-lain. Selain profesi, muncul juga beberapa teknologi atau tools baru, salah satunya adalah social media analytics.

Social media analytics itu semacam tools untuk menganalisa data dari social media hingga menghasilkan informasi-informasi yang bisa dipakai dalam penentuan keputusan dalam melakukan beberapa hal, termasuk berpromosi dan juga hal banyak lainnya. Saya tidak piawai dalam mendeskripsikan sesuatu, kalau ingin mengetahui lebih panjang tentang social media analytics ini bisa dibaca di sini http://www.techopedia.com/definition/13853/social-media-analytics-sma. Saya lumayan tertarik dengan tools ini, selain dulu pernah sedikit mempelajari dan terlibat untuk hal ini, tapi menurut saya adanya tools ini sangat membantu beberapa pihak.

Karena kebetulan beberapa tahun belakangan saya berkecimpung di ranah periklanan dan promosi (kalaupun bikin games, biasanya advert game). Tools ini membantu sekali untuk mengetahui trend di social media, menentukan target promosi, mengetahui sentimen positif negatif dari sebuah brand, dan hal-hal memukau lainnya.

Karena hal itu, saya jadi kepikiran.. Kalo hal ini bisa dipakai untuk mengumpulkan informasi di social media, kenapa tidak dipakai dalam perbincangan asli, obrolan orang-orang di sekitar. Bukan di sosial media.

Jadi, bikin sebuah device yang di dalamnya ada microphone dan ngerecord semua percakapan. Simpan di tempat-tempat orang banyak berkumpul semisal: Halte, Transportasi umum, Pos Ronda, Taman, Kafe-kafe, dan tempat-tempat umum lainnya. Hasil dari semua rekaman itu dirubah kedalam text, kemudian diolah dengan teknologi dan algoritma yang dipake sama social media analytics. Kalo hal ini dilakukan, kita bakal punya data yang lebih penting dan berguna dibandingkan dengan social media analytics, karena hasilnya pasti menyeluruh untuk semua kalangan. Pendapatnya pun bisa jadi lebih jujur, karena berupa omongan, bukan text seperti sosial media.

Dengan tanpa memikirkan masalah privasi ataupun hal-hal lainnya, memungkinkan tapi kan?

Yuk bikin yuk. Eh tapi ini sekedar ide, kadang ada beberapa hal aneh yang tiba-tiba dateng di kedalaman kepala. Sayang aja kalau tidak ditulis :p

Blog Comments

Aku penasaran idenya, tapi agak riskan juga kalo mau narik suara + samplingnya ga terarah soale ga bisa di recheck kan siapa mereka, kalo digital bisa cek rekam digital mereka :)) etapi aku tertarik, kalo mau diseriusin bilang yak o/

Add a comment

*Please complete all fields correctly